DUA PEGOLF TUAN RUMAH MENJUARAI KEJUARAAN INTERNATIONAL AMATEUR GOLF CHAMPIONSHIP

Dengan total skor 217 (74-74-69) +1 Achmad Fani Nazaruddin berada di urutan teratas Divisi Putra, 1st Runner Up Luke Evan Moore dengan total skor 222 (76-72-74) +6, 2nd Runner Up Muhammad Jamal Amin Bin Mohammad Fajri (Malaysia) dengan total skor 223 (76-76-71) +7, 3rd Runner Up Anthony Kaixian Fang (Hongkong) dengan total skor 224 (74-77-73) +8, dan 4th Runner Up Anugerah Baginda Harahap dengan total skor 225 (78-76-71) +8.
Sedangkan Natalia Kristina Yoko dengan total skor 216 (74-71-71) even Par berada di posisi pertama Divisi Putri, 1st Runner Up Gemilau Joanne Kurnia dengan total skor 226 (76-74-76) +10, dan 2nd Runner Up Reicherin Giftrudy Hanslkie dengan total skor 228 (79-74-75) +12.
Seperti kita tahu Indonesia International Amateur Golf Championship yang diselenggarakan oleh IAGC (Indonesia Amateur Golf Championship) pimpinan Ayal, dan berlangsung di Gading Raya Padang Golf & Klub – Tangerang, Banten pada 14-16 Februari 2023 diikuti oleh 5 (lima) negara: Indonesia (sebagai tuan rumah), Hongkong, Korea, Malaysia, dan Singapura.
Selama tiga hari berturut-turut sebanyak 46 pegolf amatir yang terdiri dari 26 pegolf putra dan 20 pegolf putri bersaing ketat — baik di Divisi Putra maupun Divisi Putri — untuk menjadi yang terbaik.
Sejak round #1 hingga round #3 (final) saling kejar-mengejar skor berlangsung sangat ketat terutama dan khususnya di antara para pemain yang menduduki posisi lima besar — baik di Divisi Putra maupun d Divisi Putri.
Meskipun angin kencang dan hujan menghambat permainan seluruh peserta di round #2, sehingga permainan ditunda (suspended) selama 20 menit; Akan tetapi ketika permainan dilanjutkan kembali, keberadaan posisi pemain, baik putra maupun putri yang menempati The Big Five sempat berubah.
Achmad Fani Nazaruddin yang untuk sementara leading di round #1 posisinya diambil alih oleh Luke Evan Moore di round #2. Hal yang sama juga dialami Chatlyin Ong. Chathlyn yang untuk sementara leading di round #1, posisinya diambil alih oleh Kristina Natalia Yoko.
“Pengambil-alihan” posisi di The Big Five Indonesia International Amateur Championship tak hanya terjadi di posisi pertama dan kedua, di posisi ketiga, keempat dan kelima pun berlangsung sangat ketat.
Dan, hanya pegolf yang tampil secara konsisten sejak round #1 hingga round #3-lah (final) yang akan berjaya dalam event Indonesia International Amateur Golf Championship.
Hal itulah yang ditunjukkan oleh Achmad Fani Nasaruddin dan Kristina Natalia Yoko, sehingga mereka berdua berhasil merebut gelar juara.
“Setiap kali saya ikut turnamen, target saya adalah bagaimana saya harus bisa¬† bermain sebaik mungkin dari hari pertama sampai hari terakhir atau final,” ungkap Achmad Fani Nasaruddin yang akrab disapa dengan panggilan Fani- dengan logat Jawa Timur yang sangat kental.
“Setiap pegolf tentu ingin bisa menjadi juara dalam turnamen yang dikutinya. Menurut saya, itu wajar .. Tapi, kalau kita hanya terpaku pada target harus juara, kita .. terutama saya .. pasti akan kecewa kalau ada pesaing yang melewati target saya .. Nah, kalau saya baru di ronde pertama saja sudah kecewa .. pasti hasilnya tidak akan seperti yang diharapkan di hari-hari selanjutnya,” Achmad memaparkan strategi permainan yang dilakoninya setiap kali dia tampil dalam turnamen – baik turnamen yang berskala lokal, nasional, regional maupun internasional di mana pada round #3 (final) Indonesia Internasional Amateur Golf Championship dia mencetak skor -3 dan merebut gelar juara.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Kristina Natalia Yoko. “Dalam setiap turnamen enggak ada yang ingin kalah. Semuanya ingin menang dan menjadi juara. Itu pasti,” kata Yoko, sapaan akrabnya, yang di round #3 (final) Kamis (16 Februari 2023) kemarin mencetak skor -1 dan menjuarai Indonesia International Amateur Golf Tournament yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh IAGC tersebut.
“Jujur harus saya bilang juga bahwa bohong kalau dalam permainan golf enggak ada pressure. Biarpun dengan rekan satu pairing ada rekan yang sama-sama berasal dari Indonesia, yang namanya under pressure pasti ada .. Tapi, saya tetap konsisten dengan prinsip saya bahwa saya harus bermain sebaik mungkin. Kalau saya berhasil, itu adalah bonus atas hard work saya selama saya berkompetisi dalam turnamen ini,” Yoko menuturkan sambil sesekali jeda percakapannya karena dia mendapat ucapan selamat dari para kompetitornya – meski ada juga temannya yang sengaja menggoda pegolf berdarah Jepang (Ayahnya) dan Indonesia (Ibunya) tersebut.
Terlepas dari masalah tersebut, yang jelas perhelatan perdana IAGC (Indonesia Amateur Golf Championship) di bawah pimpinan Arnezus Ayal yang, untuk pertama kalinya menggelar Indonesia International Amateur Championship mendapat apresiasi dari semua pihak utamanya dan khususnya para orangtua pendamping yang berasal dari negeri jiran: Malaysia.
Ketika para jurnalis lokal peliput khusus golf event menanyakan kepada Mohammad Fauzi (yang dua putra kembarnya tampil berkompetisi dalam Indonesia International Amateur Golf Championship) mengenai kesan para orangtua yang putra-putri mereka berpartisipasi dalam event tersebut, Chairman Junior Malaysia Golf Association (MGA) mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi panitia penyelenggara yang menyambut kedatangan team golf dari Malaysia dengan baik dan ramah.
“Selama kami di sini kami merasa sangat dihormati. Kami bahagia, anak-anak pun bahagia,” kata Mohammad Fauzi dengan logat Melayu yang sangat kental – sambil menambahkan bahwa team-nya usai mengikuti Indonesia International Amateur Golf Championship, malam harinya segera kembali ke Malaysia karena para pegolf binaannya pada Minggu (19 Februari 2023) akan tampil dalam sebuah turnamen khusus amatir di Johor.
Selamat jalan, pak Cik. Sampai jumpa lagi.
Tulisan oleh Mas Adit
Foto Dokumentasi

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
240FollowersFollow
3,745FollowersFollow
Livin Mandiri
Media Partner

Latest Articles